Turki Ungkap Pakta Pertahanan Baru dengan Arab Saudi dan Pakistan Sejalan dengan Komitmen NATO
Turki menyatakan perjanjian pertahanan barunya dengan Pakistan dan Arab Saudi tidak bertentangan dengan komitmennya terhadap aliansi NATO. Pernyataan itu muncul setelah penandatanganan pakta itu di Mekkah, Arab Saudi.
“Perjanjian tersebut tidak bertentangan dengan komitmen aliansi internasional Turki yang sudah ada, termasuk yang menjadi inti dari NATO,” demikian pernyataan layanan anti-disinformasi pemerintah dalam unggahan di X.
Pernyataan itu menambahkan kesepakatan ini justru merupakan mekanisme kerja sama tambahan yang mendukung keamanan kawasan. “Pengembangan kemitraan regional oleh Turki bukanlah alternatif pengganti keanggotaannya di NATO,” sebut pernyataan tersebut.
Layanan tersebut menyampaikan hal ini sebagai tanggapan terhadap “klaim tak berdasar dan unggahan manipulatif” yang mengkritik perjanjian baru itu, tanpa menyebutkan serangan spesifik tertentu.
Sebagaimana telah diberitakan, ketiga negara menandatangani keputusan bersama tersebut pada hari Jumat di Riyadh, di tengah kembali memanasnya konflik di Yaman dan ketegangan antara AS dan Iran.
Sementara itu, mantan Perdana Menteri Qatar, Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani, menyambut baik perjanjian pertahanan bersama yang ditandatangani oleh Arab Saudi, Turki, dan Pakistan.
Dalam unggahan di X, ia menyebut kesepakatan itu sebagai “perjanjian penting dan langkah yang menumbuhkan optimisme.”
Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Hissein Brahim Taha, menyambut baik penandatanganan “Perjanjian Mekkah tentang Pertahanan Bersama antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan”, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan organisasi tersebut di X.
“Perjanjian ini merupakan pilar fundamental untuk mendukung keamanan dan stabilitas di kawasan serta di seluruh dunia Muslim,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
